Jejak Hening Sang Pengembara
Jejak Sang Pengembara
Alif Tanpa Titik • Track 05
Bismillahir-rahmanir-rahim. "Jejak Sang Pengembara" bukanlah sebuah lagu tentang kemenangan, melainkan tentang kekalahan ego yang paling indah. Kami hanyalah debu yang berani menari di bawah cahaya-Mu, menyadari bahwa tak ada sejengkal pun dari diri ini yang benar-benar milik kami.
Fana: Meluruh dalam Ketetapan
Melalui proses Tajrid, lagu ini mengajak kita melepaskan gelar dan ambisi. Metafora "garis di atas air" menggambarkan ketidakkekalan jejak manusia di dunia. Kapal tanpa kemudi menjadi simbol jiwa yang telah menyerahkan seluruh kendali hidupnya kepada Sang Nakhoda Hakiki.
Lirik & Lantunan
(Verse 1)
Setiap langkah adalah garis di atas air
Takdir telah terukir sebelum aku lahir
Kuhentikan gejolak, kulebur semua pinta
Jiwaku mengembara, mencari rumah-Nya yang sejati.
(Pre-Chorus)
Bukan lagi mencari untung atau merugi
Kehampaan ini adalah puncak segala hasil
Kugenggam janji yang tak pernah lisan ucapkan
Inilah jejak hening, menuju Sang Maha Adil.
(Chorus)
Kelegaan tiba saat kubuang ambisi
Raga ini hanyalah debu, menari dalam sepi
Semuanya milik-Nya, tiada lagi klaim diri
Jejak sang pengembara, adalah Fana yang murni.
(Verse 2)
Mata tak butuh melihat bila hati telah buta
Pencarian di luar diri hanyalah sia-sia
Dia ada di manapun, di setiap helai angin
Rahasia tersembunyi, kini kubiarkan mengalir.
(Bridge)
Kutanggalkan nama, kulepaskan gelar-gelar
Hanya hamba yang hina, menanti belas kasih
Biarlah kapal ini berlayar tanpa kemudi
Sebab Nakhoda sejati telah lama kutawakkalkan.
(Outro)
...Fana yang murni... Tanpa kemudi... Hanya Dia...
Komentar
Posting Komentar